Minggu, 09 Januari 2011

anatomi


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Anatomi merupakan cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi makhluk hidup.   Anatomi bisa juga kerap disebut sebagai  ilmu urai tubuh. Anatomi terdiri dari  anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan aliasfitotomi. Tak hanya itu, ada juga beberapa cabang ilmu anatomi lain, yakni anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.
Ilmu Anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kronologi masalah anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban persembahan pada masa purba hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh para ilmuwan modern. Dalam perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur tubuh melalui ilmu anatomi. Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan tubuh hewan, pembedahan mayat, sampai ke teknik-teknik kompleks yang dikembangkan pada satu abad terakhir.

B.     Rumusan Masalah
Pembahasan dalam makalah ini dibatasi dalam :
1.      Pengertian Anatomi
2.      Bidang Anatomis
3.      Pembagian tubuh manusia
4.      Cabang – cabang Amatomi
5.      Sel Dan Jaringan Tubuh Manusia
6.      Struktur Dan Jaringan Tulang
7.      Skeleton Humanum (Kerangka Manusia)



C.     Tujuan Penulisan
Setelah mempelajari makalah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami Pengertian Anatomi, Bidang Anatomis, Pembagian tubuh manusia, Cabang – cabang Amatomi, Sel Dan Jaringan Tubuh Manusia, Struktur Dan Jaringan Tulang, Skeleton Humanum (Kerangka Manusia)




BAB II
PEMBAHASAN


A.     Pengertian Anatomi
Pengertian Anatomi (susunan Tubuh) Adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh dan bentuk tubuh makhluk hidup.
Fisiologi (faal tubuh) Adalah Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) bagian dari alat atau jaringan tubuh.
Posisi Anatomis  Tubuh manusia diproyeksikan menjadi suatu posisi yang dikenal sebagai posisi anatomis, yaitu berdiri tegak, ke dua lengan di samping tubuh, telapak tangan menghadap ke depan. Kanan dan kiri mengacu pada kanan dan kiri penderita.
Sejarah anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kronologi masalah anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban persembahan pada masa purba hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh para ilmuwan modern. Dalam perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur tubuh melalui ilmu anatomi. Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan tubuh hewan, pembedahan mayat, sampai ke teknik-teknik kompleks yang dikembangkan pada satu abad terakhir.

B.     Bidang Anatomis
Dalam posisi seperti ini tubuh manusia dibagi menjadi beberapa bagian oleh 3 buah bidang khayal:
1.      Bidang Medial; yang membagi tubuh menjadi kiri dan kanan
2.      Bidang Frontal; yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan bawah (posterior)
3.      Bidang Transversal; yang membagi tubuh menjadi atas (superior) dan bawah (inferior)
Istilah lain yang juga dipergunakan adalah untuk menentukan suatu titik lebih dekat ke titik referensi (proximal) dan lebih jauh ke titik referensi (distal).




C.     Pembagian tubuh manusia
Tubuh manusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar, tubuh manusia dibagi menjadi :
1.      Kepala Tengkorak, wajah, dan rahang bawah
2.      Leher
3.      Batang tubuh Dada, perut, punggung, dan panggul
4.      Anggota gerak atas Sendi bahu, lengan atas, lengan bawah, siku, pergelangan tangan, tangan.
5.      Anggota gerak bawah Sendi panggul, tungkai atas, lutut, tungkai bawah, pergelangan kaki, kaki. Rongga dalam tubuh manusia Selain pembagian tubuh maka juga perlu dikenali 5 buah rongga yang terdapat di dalam tubuh yaitu :
a.       Rongga tengkorak Berisi otak dan bagian-bagiannya
b.       Rongga tulang belakang Berisi bumbung saraf atau “spinal cord”
c.       Rongga dada Berisi jantung dan paru
d.      Rongga perut (abdomen) Berisi berbagai berbagai organ pencernaan
Untuk mempermudah perut manusia dibagi menjadi 4 bagian yang dikenal sebagai kwadran sebagai berikut:
·        Kwadran kanan atas (hati, kandung empedu, pankreas dan usus)
·        Kwadran kiri atas (organ lambung, limpa dan usus)
·        Kwadran kanan bawah (terutama organ usus termasuk usus buntu)
·        Kwadran kiri bawah (terutama usus).
Catatan : Untuk materi terbaru, kwadran dibagi menjaid 9 titik yaitu :
Titik atas kanan, Titik atas tengah, Titik atas kiri, Titik tengah kanan, Titik tengah, Titik tengah kiri,Titik bawah kanan,Titik tengah bawah,dan Titik kiri bawah.
e.       Rongga panggul Berisi kandung kemih, sebagian usus besar, dan organ reproduksi dalam  Sistem dalam tubuh manusia
Agar dapat hidup tubuh manusia memiliki beberapa sistem:
1.       Sistem Rangka (kerangka/skeleton)
·        Menopang bagian tubuh
·        Melindungi organ tubuh
·        Tempat melekat otot dan pergerakan tubuh
·        Memberi bentuk bangunan tubuh
2.      Sistem Otot (muskularis)
Memungkinkan tubuh dapat bergerak
3.      Sistem pernapasan (respirasi) Pernapasan bertanggung jawab untuk memasukkan oskigen dari udara bebas ke dalam darah dan mengeluarkan karbondioksida dari tubuh.
4.      Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
5.      Sistem saraf (nervus) Mengatur hampir semua fungsi tubuh manusia. Mulai dari yang disadari sampai yang tidak disadari
6.      Sistem pencernaan (digestif) Berfungsi untuk mencernakan makanan yang masuk dalam tubuh sehingga siap masuk ke dalam darah dan siap untuk dipakai oleh tubuh
7.      Sistem Klenjar Buntu (endokrin)
8.      Sistem Kemih (urinarius)
9.      Kulit
10.  Panca Indera
11.   Sistem Reproduksi

D.    Cabang – cabang Amatomi
Cabang-cabang Anatomi dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu :
1.       anatomi makroskopik
2.      anatomi mikroskopik
Anatomi makroskopik mempelajari struktur dan bentuk bagian-bagian yang dapat terlihat mata biasa. Yang termasuk dalam lingkup ini adalah :
1.      anatomi deskriptif/sistematika : uraian disajikan secara sistem persistem. Anatomi deskriptif memuat :
a.       Osteologia (sistem skletale) yang membahas bentuk, susunan dan fungsi tulang dan tulang rawan
b.      Arthrologia (sistem articulare) yang membahas bentuk, susunan dan peranan hubungan antar tulang termasuk persendian
c.       Myologia (sistem musculare) yang membahas bentuk, susunan dan peranan otot-otot
d.      Angiologia (sistem vasculare) membahas sitem sirkulasi dan limfe
e.       Neurologia (sistem nervosum) membahas sistem saraf pusat dan saraf tepi
f.        Apparatus digestoria (sistem digestive) membahas sistem pencernaan makanan
g.       Apparatus respiratorius (sistem respirasi) membahas saluran-saluran udara pernafasan dari hidung sampai paru
h.       Apparatus urogenitalis (sistem urogenitale) membahas sistem perkemihan dan reproduksi
i.         Glandula endokrin membahas kelenjar-kelenjar hormone]
j.        Integumentum commune membahas sistem pelindung permukaan tubuh yaitu kulit dan alat-alat yang terdapat padanya sepertirambut dan kuku.
2.       Anatomi topographica/regional : mempelajari kedudukan suatu alat tertentu terhadap alat lainnya, terdiri dari :
a.       Sintopia : mempelajari suatu letak alat tubuh terhadap alat tubuh lainnya
b.      Skletopia : mempelajari suatu letak alat tubuh terhadap tulang atau kerangka
c.       Holotopia : mempelajari letak sebenarnya suatu alat tubuh
3.      Anatomi terapan : anatomi yang uraiannya lebih dikhususkan pada kepentingan diagnosa dan terapi
4.      Anatomi permukaan : anatomi yang mediskripsikan tanda-tanda pada permukaan tubuh sebagai penentu kedudukan alat-alat dalam.
Anatomi mikroskopik adalah anatomi yang mempelajari struktur dan bentuk bagian-bagian tubuh dengan menggunakan bantuan alat optik (misal mikroskop). Yang dipelajari adalah sel (cytologi), jaringan (histologi) dan organ (organologi).
Terminologi Anatomi
Posisi anatomis adalah posisi tubuh tertentu, yaitu :
§  posisi badan berdiri tegak
§  kepala, mata dan jari kaki menghadap ke depan
§  anggota badan atas berada di samping dan merapat sehingga telapak tangan menghadap ke depan
§  arah ibu jari menjauhi bidang median
kata-kata istilah yang menunjukkan bidang anatomis :
ü  bidang median : bidang vertikal yang berjalan longitudinal melalui tubuh dan membagi tubuh menjadi dua bagian kiri dan kanan secara simetris
ü  bidang sagittal : bidang vertikal yang sejajar bidang median
ü  bidang frontal : bidang vertikal yang tegak lurus bidang median dan membagi tubuh menjadi bagian depan dan belakang
ü  bidang coronal : bidang frontal yang khusus digunakan pada kepala
ü  bidang horizontal : bidang yang tegak lurus terhadap bidang median dan frontal dan membagi tubuh atas dan bawah.
Garis anatomis adalah suatu garis khayal yang terletak pada tubuh pada posisi tertentu, antara lain :
·        linea mediana anterior : merupakan garis potong anatara bidang median dengan permukaan tubuh
·        linea mediana posterior : garis potong antara bidang median dengan permukaan belakang tubuh
·         linea sternalis : garis khayal pada tepi lateral sternum
·        linea medioclavicularis : sejajar linea mediana dan melalui pertengahan clavicula
·        linea mammilaris : sejajar garis media dan melalui papilla mammae
Istilah yang menunjukkan arah dan posisi :
ü  medial : lebih dekat ke bidang median
ü  lateral : lebih jauh dari bidang median
ü  anterior (ventral) : ke arah muka
ü  posterior (dorsal) : ke arah belakang, lebih dekat dengan punggung
ü  superior (cranial) : ke arah atas (ke arah tengkorak)
ü   inferior (caudal) : ke arah bawah (ke arah ekor, di bawah)
Istilah yang berlaku bagi lengan, tungkai dan tengkorak :
·        proximal : ke arah pangkal, pada pangkal
·        distal : ke arah ujung, menjauhi pagkal, di ujungnya
·        volar atau palmar : kearah yang sama dengan telapak tangan
·        plantar : ke arah yang sama dengan telapak kaki
·        radial : ke arah letak radius
·        ulnar : ke arah letak ulnar
·        tibial : ke arah letak tibia
·        fibular : ke arah letak fibula
·        frontal : ke arah muka, berlaku bagi kepala
·        ksipital : ke arah belakang/disebelah belakang, berlaku di kepala

E.     Sel Dan Jaringan Tubuh Manusia
Komponen – komponen sel
Sel terdiri atas dua bagian utama : sitoplasma dan nucleus Membran plasma : semua sel eukaryotik dibungkus oleh membran pembatas yang terdiri dari fosfolipid, protein dan polisakarida. Berfungsi sebagai barrier yang mengatur secara selektif zat-zat yang kedalam dan ke luar sel.
Retikulum endoplasmikum dan ribosom, tampak sebagai vesikel pipih atau bundar atau tubuler yang sering beranastomosis satu dengan yang lain Apparatus golgi, tampak sebagai vesikel pipih yang bertumpuk-tumpuk Lisosom, vesikel yang dibungkus membranyang mengandung semacam enzim litik yang fungsi utamanya berhubungan dengan pencernaan intrasitoplasmik. Mitokondria, umumnya disusun oleh suatu membran luar dan dalam mempunyai lipatan-lipatan ke bagian dalam, membentuk krista. Berperan membentuk energi. Nukleus, merupakan bagian bulat atau oval, biasanya di bagian tengah sel. Terdiri dari bungkus, kromatin, nukleolus dan nukleoplasma.
Jaringan adalah struktur yang dibentuk oleh kumpulan sel-sel yang sering mempunyai sifat morfologik dan fungsi yang sama. Meskipun sangat kompleks, tubuh manusia hanya terdiri dari 4 jaringan utama : EPITEL, PENYAMBUNG, OTOT DAN SARAF.
Jaringan penyambung ditendai dengan banyaknya bahan intrasel yang dihasilkan oleh sel-selnya.
Jaringan otot terdiri atas sel panjang yang mempunyai fungsi khusus yaitu kontraksi.
Jaringan saraf terdiri dari sel-sek dengan prosessus panjang yang menonjol dari badan sel dan berfungsi khusus yaitu menerima, membangkitkan, dan menghantarkan rangsang saraf.
Jaringan epitel berfungsi :
1.      menutupi dan melapisi permukaan
2.      absorpsi/penyerapan
3.      sekresi/pengeluaran misal epitel kelenjar
4.      sensoris misal neuroepitel
5.      kontraktil misal mioepitel

F.      Struktur Dan Jaringan Tulang
Skeleton terdiri dari 2 bagian yaitu bagian tulang (pars ossea) dan bagian tulang rawan (pars cartilagenosa).
Pars ossea. Berdasarkan bentuk dan ukuran tlang dapat diklasifikasikan menjadi os longum (tulang panjang), os breve (tulang pendek), os planum (tulang pipih), os irregulare (tulang tidak beraturan), dan os pneumaticum (tulang berongga). Os longum mempunyai ukuran panjang melebihi lebar dan tebalnya, misal os humerus dan os femur. Terdiri dari 3 bagian :
1.      diaphysis : bagian batang
2.      epiphysis : bagian ujung, dipisahkan dari diaphysis oleh jaringan cartilago yang disebut discus epiphysialis
3.      metaphysis, bagian diaphysis yang berdekatan dengan epiphysis, memgandung zona pertumbuhan
struktur os longum terdiri atas :
·        periosteum : jaringan pengikat yang melapisi tulang dari sebelah luar
·        endosteum : jaringan pengikat yang melapisi tulang dari sebelah dalam
·        substantia compacta : bagian yang padat
·        susbstantia spongiosa : bagian yang berongga
·        cavitas medullaris : ronga dalam tulang yang berisi medulla ossium rubra dan medulla ossium flava
Os breve, mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal seimbang, contoh os carpi
Os planum, memiliki tebal lebih kecil dari panjang dan lebarnya, misal os costae dan sternum. Os irregulare, punya bentuk tidak beraturan, contoh os coxae dan os sphenoidale
Os pneumaticum, tulang yang dalamnya empunyai rongga dan berisi udara, contoh os frontale dan ethmoidale. Pars cartilaginosa. Cartilago adalah jaringan ikat yang ulet, lenting yang disusun oleh sel-sel dan serabut-serabut dan dikelilingi oleh matrik interseluler serupa gel yang keras. Berdasarkan jenis dan jumlah jaringan ikat penyusun matriksnya cartalago dapat diklasifikasikan menjadi :
1.      cartilago hyaline
2.      cartilago fibrosa
3.      cartilago elastic
4.      cartilago hyalin mempunyai karakteristik sebagai berikut :
ü  paling banyak dijumpai
ü  matriks jernih, tembus cahaya
ü  indeks bias matrik dan kolagen sama
ü  dapat dijumpai pada cartilago articularis, costalis, trachea, larynx dan septum nasi
Cartilago fibrosa mempunyai karakteristik :
·        Serabut-serabut yg ada dalam matriks adalah kolagen
·        jumlah matriks lebih sedikit
·        terdapat pada articulatio cartilaginea misal pada artic. Temporomandibularis

Cartilago elastica mempunyai karakteristik :
ü  matriks penyusunnya adalah elastic
ü  jarang mengalami pengapuran
ü  terdapat pada auricula, tuba auditiva, larynx

G.    Skeleton Humanum (Kerangka Manusia)
Terdiri dari :
1.      Cranium (tulang tengkorak)
2.      skeleton trunci (kerangka badan)
3.      cingulum superius (gelang bahu)
4.      skeleton extremitas superior (anggota gerak atas)
5.      cingulum inferius (gelang panggul)
6.      skeleton extremitas inferius (anggota gerak bawah
CRANIUM
Terdiri atas dua :
a.       neurocranium (yang meliputi otak)
ü  os frontale (dahi)
ü  os parietale
ü  os temporale (pelipis)
ü  os sphenoidale
ü  os occipitale (tulang belakang kepala)
ü  os ethmoidale
b.       viscerocranium (yang membentuk muka) :
ü  os maxillare (rahang atas)
ü  os palatinum (langit-langit
ü  os nasale (hidung)
ü  os lacrimale (air mata)
ü  os zygomaticum (pipi)
ü  concha nasalis inferior
ü  vomer (sekat hidung)
ü  os mandibulare (rahang bawah)
SKELETON TRUNCI
1.      columna vertebralis (tulang belakang) :
ü  vertebra cervicalis (leher) 7 ruas
ü  vertebra thoracalis (punggung) 12 ruas
ü  vertebra lumbalis (pinggang) 5 ruas
ü  os sacrum 5 ruas
ü  os cocygeus (ekor) 3-4 ruas
Lengkung ke ventral lordosis, ke belakang kyphosis, ke lateral skoliosis.
2.      Costa (tulang iga/rusuk), ada yang berbentuk tulang disebut os costae dan ada yang berbentuk tulang rawan atau cartilago costalis, pada manusia berjumlah 12 pasang
3.      os sternum (tulang dada) terdiri dari
·        manubrium sterni
·        corpus sterni
·        processus xypoideus
CINGULUM SUPERIUS
1.      clavicula (tulang selangka, 1 pasang)
2.      scapula (tulang belikat, 1 pasang)
SKELETON EXTREMITAS SUPERIOR, terdiri dari :
a.       os humerus (lengan atas) 1 pasang
b.      os radius (pengumpil) 1 pasang
c.       os ulna (hasta) 1 pasang
d.      ossa carpalia (pergelangan tangan) 8 pasang
e.       ossa metacarpalia (telapak tangan) 5 pasang
f.        os phalanges (jari tangan)
CINGULUM INFERIUS atau TULANG PELVIS, terdiri dari :
1.      os sacrum
2.      os cocygeus
3.      os coxae, terdiri dari os illium, os ischii, os pubis
rongga yang dibatasi oleh kedua os coxae, sacrum dan cocygeus disebut cavitas(rongga pelvis), cavitas pelvis dibagi oleh linea terminalis menjadi dua bagian :
·        pelvis major disebelah atas
·        pelvis minor disebelah bawah
pintu masuk ke dalam pelvis minor disebut aditus pelvis (apertura pelvis superior/pintu atas panggul/PAP), pintu keluar dari pelvis minor disebut exitus pelvis (apertura pelvis inferior/pintu bawah panggul/PBP)
Menurut bentuk aditus pelvis, pelvis wanita dapat dibagi menjadi :
ü  pelvis gynecoid, bentuk hampir bulat, tedapat pada 50% wanita
ü  pelvis android, seperti gambaran jantung
ü  pelvis anthropoid, bentuk oval, sempit dan memanjang dengan sumbu panjang ke arah anteroposterior
ü  pelvis platypelloid, bentuk ellips, sumbu panjang ke arah transversal
1.      Perbedaan pelvis wanita dan laki-laki :
2.      arcus pubis pada wanita lebih besar (>90 derajat)
3.      aditus pelvis wanita hampir bulat laki-laki seperti jantung
4.      ala ossis illi wanita lebih lebar
5.      os sacrum pada wanita lebih pendek, lebar dan kurang melengkung
6.      spina ischiadica wanita tidak menonjol
Pelvimetri (ukuran-ukuran pada pelvis)
1.      conjugata anatomica : jarak antara promontorium dan tepi atas simpisis pubis
2.      conjugata obstetrica (gynaecologica) : jarak antara promontorium dan dinding posterior simpisis pubis
3.      conjugata diagonalis : jarak antara promontorium dan tepi bawah simpisis pubis
4.      diameter transversa : ukuran transversal terbesar pada aditus pelvis
5.      diameter obliqua I : jarak antara artic. Sacroiliaca dexta dan eminentia iliopectineasin
6.      diameter obliqua II : jarak antara artic. Sacroiliaca sin dan eminentia iliopectinea dextra
SKELETON EXTREMITAS INFERIOR, terdiri dari :
1.      os femur (paha) 1 pasang
2.      os patella (lutut) 1 pasang
3.      os tibia (tulang kering) 1 pasang
4.      os fibula (tulang betis) 1 pasang
5.      ossa tarsi (pergelangan kaki) 7 pasang
6.      ossa metatarsi (telapak kaki) 5 pasang
7.      phalanges (tulang jari kaki)
SYSTEMA ARTICULARE (ARTHROLOGI)
DEFINISI
Berasal dari bahasa yunani arthron yang berarti sendi dan logos yang berati ilmu. Jadi arthrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem hubungan antara dua atau lebih komponen kerangka.
KLASIFIKASI
BERDASARKAN STRUKTUR
1.      articulatio fibrosa (syanarthrosis), terdiri atas :
a.       gomphosis, hubungan tonjolan dengan kantong. Contoh persendian gigi dengan alveolus tulangnya
b.      sutura, permukaan tulang yang berhubungan berkelok saling sesuai, tidak ada gerakan. Contoh sutura coronalis pada kepala
c.       syndesmosis, jaringan ikat fibrosa banyak, gerakan sedikit. Contoh syndesmosis tibiofibularis
2.      articulatio cartilaginea, disatukan oleh cartilago hyalin, contoh simpisis pubis
3.      articulatio synovialis (diarthrosis), mempunyai ruang, cairan sinovia, permukaan (facies articularis) ditutupi cartilago hyalin, disatukan oleh capsula articularis atau ligamenta
BERDASARKAN GERAKAN
Articulatio sinovialis dibagi menjadi subklas :
1.      artic. Monoaxialis, jumlah axis 1 buah, contoh : arti trochoidea dan ginglimus
2.      artic. Biaxialis , jumlah axis 2 buah, contoh artic. Ellipsoidea dan sellaris
3.      artic. Triaxialis, jumlah axis 3 buah, contoh : artic. Spheroidea
berdasarkan gerakan yang dapat dilakukan, dibagi menjadi :
a.       articulatio plana, facies articularis melengkung ringan, memungkinkan penggelincirian keberbagai arah atau pemutaran tulangv yang satu terhadap tulang yang lain
b.      gynglimus (sendi engsel) : facies articularis berbentuk silinder, kemungkinan gerak dalam satu bidang yaitu flexi dan extensi, contoh artic interphalanges
c.       artic condylaris, punya dua facies artic, gerakan mirip ginglimus, contoh artic genu
d.      artic spheroidea (enarthrosis), facies articularis berbentuk spheris/bulan sabit, gerakan yang mungkin anteflexio, retroflexio, exorotatio, endorotatio, abductio, adductio, sircumductio, contoh : artic humeri
e.       artic ellipsoidea, facies artic berbentuk ellips, contoh radiocarpea
f.        artic sellaris (sendi pelana), facies artic berbentuk pelana, contoh artic carpometacarpalis
g.       artic trochoidea (sendi poros), facies artic seperti cincin, contoh artic radioulnaris
Range of movement (luas gerakan), pada sendi mempunyai variasi individu dan dibatasi oleh adanya :
1.      otot-otot yang bekerja pada sendi
2.      bentuk tulang dan facies articularis
3.      ligamentum dan capsula articularis
4.      struktur/jaringan sekitar sendi



BAB III
PENUTUP


A.     Kesimpulan
Pengertian Anatomi (susunan Tubuh) Adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh dan bentuk tubuh makhluk hidup.
Sejarah anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kronologi masalah anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban persembahan pada masa purba hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh para ilmuwan modern. Dalam perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur tubuh melalui ilmu anatomi. Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan tubuh hewan, pembedahan mayat, sampai ke teknik-teknik kompleks yang dikembangkan pada satu abad terakhir.
Dalam posisi seperti ini tubuh manusia dibagi menjadi beberapa bagian oleh 3 buah bidang khayal:
1.      Bidang Medial; yang membagi tubuh menjadi kiri dan kanan
2.      Bidang Frontal; yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan bawah (posterior)
3.      Bidang Transversal; yang membagi tubuh menjadi atas (superior) dan bawah (inferior
Cabang-cabang Anatomi dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu :
1.       anatomi makroskopik
2.      anatomi mikroskopik

B.     Saran
Makalah ini masih sangat sederhana untuk itu kami berharap sumbang saran dari para pembaca yanag budiman demi perbaikan makalah ini.
Penyusun menyarankan agar makalah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

anak putus sekolah


BAB I
PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Putus sekolah bukan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Hal ini juga dialami oleh beberapa anak di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh tentang sebab-sebab anak putus sekolah.
Pembahasan ini berjudul “Anak Putus Sekolah Secara umum masalah utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Sebagian lagi adalah faktor keluarga yang menyebabkan anak- putus sekolah. Adapun orang tua dan masyarakat dalam menghadapi anak putus sekolah ada dua yaitu upaya pencegahan dan upaya pembinaan.
Upaya pencegahan dilakukan sebelum putus sekolah dengan mengamati, memperhatikan permasalahan-permasalahan anak-anak dan dengan menyadarkan orang tua akan pentingnya pendidikan demi menjamin masa depan anak serta memberikan motivasi belajar kepada anak. Adapun upaya pembinaan yang dilakukan adalah dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan kepada anak, serta memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya supaya anak disibukkan serta dapat menghindarinya dari pikiran yang menyimpang.


B.     Rumusan Masalah
Makalah ini membahas tentang :
1.      Pengertian Anak Putus Sekolah
2.      Hak Anak Akan Pendidikan
3.      Akibat Anak Putus Sekolah
4.      Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah.
5.      Praktek Pekerjaan Sosial Dengan Anak Dalam Penanganan Anak Putus Sekolah

C.     Tujuan Penulisan
Dengan tersusunnya makalah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang :
1.      Pengertian Anak Putus Sekolah 
2.      Hak Anak Akan Pendidikan
3.      Akibat Anak Putus Sekolah
4.      Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah.
5.      Praktek Pekerjaan Sosial Dengan Anak Dalam Penanganan Anak Putus Sekolah





BAB II
PEMBAHASAN


A.     Pengertian Anak Putus Sekolah
            Anak putus sekolah adalah keadaan dimana anak mengalami keterlantaran karena sikap dan perlakuan orang tua yang tidak memberikan perhatian yang layak terhadap proses tumbuh kembang anak tanpa memperhatikan hak – hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
            Undang – Undang nomor 4 tahun 1979, anak terlantar diartikan sebagai anak yang orang tuanya karena suatu sebab, tidak mampu memenuhi kebutuhan anak sehingga anak menjadi terlantar.
            Menurut Undang – Undang nomor 23 tahun 2002 bahwa anak terlantar yakni anak yang kebutuhannya tidak terpenuhi secara wajar, baik kebutuhan fisik, mental, spiritual maupun sosial.
            Menurut Departemen Pendidikan di Amerika Serikat (MC Millen Kaufman, dan Whitener, 1996) mendefinisikan bahwa anak putus sekolah adalah murid yang tidak dapat menyelesaikan program belajarnya sebelum waktunya selesai atau murid yang tidak tamat menyelesaikan program belajarnya.

B.      Hak Anak Akan Pendidikan
            Pendidikan merupakan hak yang sangat fundamental bagi anak. Hak wajib dipenuhi dengan kerjasama paling tidak dari orang tua siswa, lembaga pendidikan dan pemerintah. Pendidikan akan mampu terealisasi jika semua komponen yaitu orang tua, lembaga masyarakat, pendidikan dan pemerintah bersedia menunjang jalannya pendidikan.
Pendidikan itu tanggung jawab semua masyarakat, bukan hanya tanggung jawab sekolah. Konsekuensinya semua warga negara memiliki kewajiban moral untuk menyelamatkan pendidikan. Sehingga ketika ada anggota masyarakat yang tidak bisa sekolah hanya karena tidak punya uang, maka masyarakat yang kaya atau tergolong sejahtera memiliki kewajiban moral untuk menjadi orang tua asuh bagi kelangsungan sekolah anak yang putus sekolah pada tahun ini mencapai puluhan juta anak di seluruh Indonesia.
Pendidikan itu dimulai dari keluarga. Paradigma ini penting untuk dimiliki oleh seluruh orang tua untuk membentuk karakter manusia masa depan bangsa ini. Keluarga adalah lingkungan yang paling pertama dan utama dirasakan oleh seorang anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Karena itu pendidikan di keluarga yang mencerahkan dan mampu membentuk karakter anak yang soleh dan kreatif adalah modal penting bagi kesuksesan anak di masa – masa selanjutnya.

C.      Akibat Anak Putus Sekolah
            Akibat yang disebabkan anak putus sekolah adalah kenakalan remaja, tawuran , kebut-kebutan di jalan raya , minum – minuman  dan  perkelahian, akibat lainnya juga adalah perasaan minder dan rendah diri.

D.     Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah.
1)      Faktor Internal .
a)      Dari dalam diri anak putus sekolah disebabkan malas untuk pergi sekolah karena merasa minder, tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya, sering dicemoohkan karena tidak mampu membayar kewajiban  biaya sekola.ak dipengaruhi oleh berbagai faktor .Ketidak mampuan ekonomi keluarga dalam menopang biaya pendidikan yang berdampak terhadap masalah psikologi anak sehingga anak tidak bisa bersosialisasi dengan baik dalam pergaulan dengan teman sekolahnya selain itu     adalah peranan lingkungan . 
b)      Karena pengaruh teman sehingga ikut-ikutan diajak bermain seperti play stasion sampai akhirnya sering membolos dan tidak naik kelas , prestasi di sekolah menurun dan malu pergi kembali ke sekolah.
c)      Anak yang kena sanksi karena mangkir sekolah sehingga kena Droup Out.
2)      Faktor Eksternal.
a)      Keadaan status ekonomi keluarga.
Dalam keluarga miskin cenderung timbul berbagai masalah yang berkaitan dengan pembiayaan hidup anak, sehingga anak sering dilibatkan  untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehingga merasa terbebani dengan masalah ekonomi ini sehingga mengganggu kegiatan belajar dan kesulitan mengikuti pelajaran.
b)      Perhatian orang tua
Kurangnya perhatian orang tua cenderung  akan menimbulkan berbagai masalah. Makin besar anak perhatian orang tua makin  diperlukan , dengan cara dan variasi dan sesuai kemampuan. Kenakalan anak adalah salah satu penyebabnya adalah  kurangnya perhatian orang tua.
c)      Hubungan orang tua kurang harmonis
Hubungan keluarga tidak harmonis dapat berupa perceraian orang tua, hubungan antar keluarga tidak saling peduli, keadaan ini merupakan dasar anak mengalami permasalahan uyang serius dan hambatan dalam pendidikannya sehingga mengakibatkan anak mengalami putus sekolah.
Selain Permasalahan diatas ada factor penting dalam keluarga yang bisa mengakibatkan anak  putus sekolah yaitu :
1)       Keadaan ekonomi keluarga.
2)      Latar belakang pendidikan ayah dan ibu.
3)      Status ayah dalam masyarakat dan dalam pekerjaan.
4)      Hubungan sosial psikologis antara orang tua dan antara anak dengan orang   tua.
5)      Aspirasi orang tua tentang pendidikan anak, serta perhatiannya terhadap kegiatan belajar anak.
6)      Besarnya keluarga serta orang – orang yang berperan dalam keluarga.

E.      Praktek Pekerjaan Sosial Dengan Anak Dalam Penanganan Anak Putus Sekolah
Persoalan putus sekolah merupakan tantangan bagi pekerja sosial. Data dari susenas menyebutkan ratusan ribu pelajar terancam putus sekolah, mereka berasal dari keluarga miskin. Anak usia sekolah dari keluarga miskin inilah yang potensial keluar dari bangku sekolah sebelum mengantongi ijazah.
Dua solusi untuk menolong anak putus sekolah yang tidak mampu yang baik adalah:
  1. Membangun sekolah rakyat yang baik diperuntukkan bagi anak terlantar dan tidak mampu. Tidak dipungut biaya apa pun dikarenakan ketidaksanggupan membiayainya karena kemiskinan di mana pendirian sekolah tersebut seluruhnya ditanggung pemerintah setempat. Pemerintah setempat memiliki kewajiban melindungi dengan sikap tegas. Sekolah rakyat tersebut disetarakan dengan SD, SMP, SMA, dan Universitas yang berkualitas.
  2. Jika negara dan pemerintah setempat tidak sanggup membiayai pembangunan sekolah bahkan yang sederhana sekali pun, kita, terutama warga negara yang memiliki uang gaji berlebih seharusnya memberikan sebagian uangnya kepada anak miskin untuk bersekolah.



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Anak putus sekolah adalah keadaan dimana anak mengalami keterlantaran karena sikap dan perlakuan orang tua yang tidak memberikan perhatian yang layak terhadap proses tumbuh kembang anak tanpa memperhatikan hak – hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak
Pendidikan merupakan hak yang sangat fundamental bagi anak. Hak wajib dipenuhi dengan kerjasama paling tidak dari orang tua siswa, lembaga pendidikan dan pemerintah. Pendidikan akan mampu terealisasi jika semua komponen yaitu orang tua, lembaga masyarakat, pendidikan dan pemerintah bersedia menunjang jalannya pendidikan
Akibat yang disebabkan anak putus sekolah adalah kenakalan remaja, tawuran, kebut-kebutan di jalan raya , minum – minuman  dan  perkelahian, akibat lainnya juga adalah perasaan minder dan rendah diri.

B.     Saran
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu kami dari penyusun berharap agar pembaca dapat memanfaatkan makalah ini dengan baik.
Segala kritikan maupun saran dari pembaca akan kami terima dengan lapang dada untuk menambah wawasan serta perbaikan penyusunan yang lebih baik lagi.
Untuk kebaikan bersama kami selaku penyusun menginginkan agar pembaca dapat memahami isi dari makalah ini agar dapat dipahami dan diamalkan kapan dan dimanapun. Serta dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.


DAFTAR PUSTAKA

ayomerdeka.wordpress.com/.../12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/ edukasi.kompas.com/.../.banyak.anak.putus.sekolah.karena.bekerja